Abstraksi Legenda Malin Kundang

Cerita Malin Kundang adalah sebuah legenda yang hidup di Minangkabau, yaitu mengenai seorang anak manusia yang bernama Malin Kundang, yang setelah berhasil di rantau, pulang dengan kapalnya bersama istrinya. Pada waktu kepulangannya itu, ibunya menjemput Malin Kundang ke pelabuhan. Keadaan ibunya yang sudah tua dan melarat menyebabkan Malin Kundang tidak mau mengakui orang tua itu sebagai ibunya. Karena sangat kecewa, ibunya berdoa agar Allah menurunkan kutukan kepada anaknya itu jika benar dia adalah anaknya. Doa si ibu terkabul dan kapal Malin Kundang dan seisinya menjadi batu.

Oleh masyarakat Minangkabau, legenda ini dianggap benar-benar terjadi di suatu waktu dan di suatu tempat. Manakala seorang anak ‘melawan’ kepada orang tuanya, ia akan diingatkan kepada kisah si Malin Kundang yang telah menjadi batu karang karena durhaka kepada orang tua. Sebagai legenda, cerita Malin Kundang terdiri atas ‘subjek’, yaitu teks dan benda yang diacu oleh teks tersebut, yaitu berupa batu yang terletak di Pantai Air Manis, Kota Padang. Antara benda yang diacu dengan teks cerita mempunyai hubungan yang sangat erat. Karena keeratan hubungan itu, batu Malin Kundang tidak akan bermakna tanpa adanya teks cerita Malin Kundang. Sebaliknya, teks cerita akan tetap bermakna tanpa adanya benda yang diacu, yakni batu yang diberi nama Batu Malin Kundang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s